Business Intelligence 3


Membicarakan data warehouse belakangan ini, tidak akan terlepas dari topik Business Intelligence atau disingkat dengan BI. Mirip dengan DSS (Decision Support System) yang mungkin telah dikenal terlebih dahulu, BI merupakan suatu istilah manajemen bisnis yang me-refer pada teknologi dan aplikasi, yang digunakan untuk mengumpulkan, menyediakan akses, dan menganalisis data dan informasi mengenai operasional perusahaan. Sistem BI dapat membantu perusahaan untuk memiliki pengetahuan yang lebih meluas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis, seperti penjualan, produksi, membantu manajemen untuk membuat keputusan yang lebih baik. Sejak dahulu, seni bisnis sering diibaratkan dengan seni perang (analogi yang memang tidak terlalu berlebihan). Bahkan Art Of War yang ditulis oleh Sun Tzu pada abad ke-6 yang digunakan dalam strategi perang, telah menandai pentingnya mengumpulkan dan menganalisis informasi. Sun Tzu mengklaim bahwa untuk sukses

dalam berperang, seorang jenderal harus memiliki pengetahuan menyeluruh mengenai

kelemahan dan kekuatan, baik pada diri maupun pihak lawan. Pada akhir abad 20, dunia bisnis masih mengumpulkan data dari sumber yang belum terotomatisasi, sehingga data yang disediakan tidak teranalisis dengan baik, karena kurangnya proses perhitungan. Sebagai dampaknya, perusahaan- perusahaan sering membuat keputusan bisnis dengan berdasarkan intuisi. Sementara bisnis mulai menggunakan sistem otomatis, semakin banyak pula data yang tersedia. Tetapi proses pengumpulan data terhalang oleh minimnya dukungan infrastruktur untuk pertukaran data, atau dikarenakan permasalahan kompatibilitas antar sistem yang berbeda. Proses menganalisis data yang dikumpulkan

hingga menjadi laporan, bisa jadi memerlukan waktu berbulan-bulan! Laporan seperti itu tentunya masih dapat digunakan untuk keputusan dengan strategi jangka panjang. Tetapi untuk strategi dan taktik jangka pendek, pengambilan keputusan kembali berpatokan pada intuisi. Untunglah pada bisnis modern, telah dicapai peningkatan standar, otomatisasi, dan teknologi yang dapat mengatasi pengumpulan data dan informasi yang tersedia (teknologi data warehouse adalah salah satunya!). Di sinilah peran Business Intelligence menjadi seni menyaring data yang besar menjadi informasi yang berguna,

dan mengubah informasi tersebut menjadi pengetahuan yang mendasari aksi dan

keputusan bisnis yang diambil. Software-software Business Intelligence menggabungkan kemampuan untuk menggali data, analisis, dan menghasilkan laporan. Bahkan beberapa software yang lebih modern mengizinkan pengguna untuk melakukan cross analisis, dan melakukan riset lebih dalam secara cepat untuk analisis yang lebih baik dari penjualan, kinerja pada level individual, departemen, ataupun perusahaan.
Sumber:http://www.pcmedia.co.id/detail.asp?Id=1707&Cid=22&Eid=41 11juni2009 jam19:08

Read More..

Pemahaman tentang Business Intelligence Software (BI)

Written by Krisno Iswanto
Monday, 14 July 2008 Sampai dengan saat ini software aplikasi dalam dunia industri yang paling maju dan berkembang adalah ERP (Enterprise Resource Planning) . Hal tersebut tidak lah mengherankan karena ERP telah mencakup keseluruhan organisasi, dan meliputi semua aktivitas atau proses bisnis dalam organisasi.

Tetapi untuk orang-orang yang berkecimpung dalam dunia Sistem Informasi (SI), akan mudah belajar untuk menciptakan aplikasi-aplikasi lain yang akan memberikan keuntungan-keuntungan baru pada dunia industri.

Perkembangan software aplikasi ERP, titik berat perkembangannya adalah pada otomasi proses bisnis. Bila kita bicara mengenai kelemahan ERP, adalah ERP hanya bicara mengenai efisiensi yaitu : penghematan biaya, penghematan waktu, penghematan inventory, dan lain sebagainya.

Tetapi bagaimana dengan efektivitas?

Dalam persaingan global ini muncul pemikiran-pemikiran yang lebih mengutamakan efektivitas di dunia SI, misalnya seperti CRM (Customer Relationship Management).

Belakangan ini di dunia SI kita mengenal satu software aplikasi yang sering dibahas, yaitu Business Intelligence Software (BI). BI telah banyak digunakan oleh organisasi-organisasi dalam mengelola data dan informasi sampai dengan dukungan pengambilan keputusan. Secara ringkas, BI dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan atau usaha suatu organisasi. BI biasanya dikaitkan dengan upaya untuk memaksimalkan kinerja suatu organisasi.

Apa yang dimaksud dengan BI?

Business Intelligence Software (BI) berfungsi seperti dashboard pada kendaraan. BI memberikan petunjuk ukuran-ukuran yang menentukan performa kendaraan yang dengan maksud lain adalah organisasi itu sendiri. BI juga memberikan informasi kondisi internal, seperti halnya suhu pada kendaraan. Dan juga BI memberikan tanda-tanda/ peringatan-peringatan pada pengemudi bila terjadi kesalahan pada kendaraan, seperti bila bensin akan habis pada kendaraan. Semuanya berguna bagi pengemudi agar mampu mengendalikan kendaraannya dengan baik dan mampu membuat keputusan yang tepat pada saat yang dibutuhkan.

Secara umum BI merupakan sebuah proses untuk melakukan ekstraksi data-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah data warehouse. Selanjutnya data warehouse diproses menggunakan berbagai analisis statistik dalam proses data mining, sehingga didapat berbagai kecenderungan atau pattern dari data. Hasil penyederhanaan dan peringkasan ini disajikan kepada end user yang biasanya merupakan pengambil keputusan bisnis. Dengan demikian manajemen dapat mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta aktual, dan tidak hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman kuantitatif saja.

Pada prakteknya, BI akan berfungsi sebagai analis, penghitung scorecard, sekaligus memberikan rekomendasi pada pengguna terhadap tindakan yang sebaiknya diambil. Dengan menjalankan fungsi dashboard, pengguna BI akan cepat mengenali penyimpangan-penyimpangan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal tersebut berkembang menjadi masalah yang serius. Oleh sebab itu BI disebut juga dengan dashboard.

Sedangkan tujuan diterapkannya BI adalah untuk mengurangi volume data agar menjadi informasi yang berguna seperti profile customer, kebiasaan berbelanja, tingkat profitabilitas produk, dan strategi kompetitif. Seringkali ini dilakukan dengan menggunakan analisis tingkat lanjut untuk "menggali" volume data agar mendapat hubungan dan wawasan penting dalam data. Dengan BI data diringkas menjadi laporan untuk berbagi informasi dengan orang di dalam dan di luar organisasi.

Berikut ini merupakan keunggulan-keunggulan BI yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan:

1. Konsolidasi informasi

Apabila BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna ke seluruh organisasi. Dengan demikian konsolidasi di dalam perusahaan dapat diperkuat.
2. Pelaporan yang cepat

BI di dalam perusahaan juga mampu menyediakan informasi untuk perkembangan bisnis yang lebih besar pada level strategis, dimana dengan sekali melihat kita bisa tahu apa yang terjadi.
3. Kustomisasi Graphic User Interface (GUI)

BI membuat tampilan GUI yang user friendly dan BI juga menyediakan fasilitas kustomisasi GUI. Sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis.
4. Meminimalir masalah teknis

Karena BI sifatnya yang user friendly sehingga meminimasi kemungkinan operating error dari pengguna, juga BI hanya merupakan software pada layer teratas (information processing) dan bukan business process management.
5. Biaya pengadaan kecil

Karena BI hanya software aplikasi yang bekerja pada layer teratas dari pengolahan informasi system, harga biaya pengadaannya pun lebih murah dibandingkan ERP.
6. Mudah pengintegrasian data

BI membuka kemungkinan untuk berintegrasi dengan ERP sebagai pemasok databank yang akan diolah menjadi reports, namun BI juga dapat bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun menjadi terbuka untuk digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data olahannya bersifat sekunder.
7. Cepat dalam merespons

Keunggulan BI lain yang tidak dimiliki oleh ERP adalah dalam hal kecepatan (responsiveness). Misalnya pada penghitungan service level. Fungsi BI akan memberikan peringatan kepada pengguna sebelum batas bawah dalam service level (lower limit) terlampaui. Sehingga masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke permukaan.

Untuk di Indonesia BI masih barang yang baru tetapi sebenarnya sangat menarik karena menggabungkan pemahaman business dengan database management. Sedangkan di Amerika dan Eropa sekarang ini timbul kecenderungan pengguna BI turun dari level eksekutif ke level office worker. Penggunaan BI/Dashboard pun meluas, ini karena dashboard dengan setting metrik yang tepat bisa meningkatkan efektivitas karyawan dalam pengambilan keputusan.

Sebagaimana data terakhir pada pertengahan 2005 menunjukkan, 60% perusahaan di Amerika Serikat yang berpendapatan di atas $100 juta telah mengimplementasi BI. 40% sisanya berencana implementasi sebelum 2006 berakhir.

Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit wawasan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk dapat meningkatkan efektivitas kinerja organisasi.
Sumber:http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,53,pemahaman-tentang-business-intelligence-software-(bi) 11juni2009 jam18:57

Read More..

Business Intelligence 2

Business Intelligence: Awal Era Baru dalam Manajemen

Oleh: Cliff Nelson *)

Kalangan bisnis saat ini didesak untuk selalu memikirkan kembali strategi korporat agar mereka bisa tetap unggul dalam kompetisi dan terus mengikuti perubahan-perubahan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi. Globalisasi perdagangan dan perkembangan industri informasi tak pelak lagi telah secara drastis mengubah cara eksekutif mengelola bisnis.

Kemajuan dalam TI (Teknologi Informasi) telah membantu menjembatani perdagangan lintas-batas sehingga turut memberikan kontribusi terhadap globalisasi bisnis. Pada gilirannya, globalisasi ini telah memacu kemajuan lebih lanjut dalam TI, sementara kebutuhan akan aplikasi-aplikasi yang lebih cepat telah menjadi bagian integral dari daya saing bisnis.

Kemajuan teknologi memang telah berkembang pada tahap sampai mampu mengubah cara pengambilan keputusan bisnis. Akan tetapi banyak eksekutif mendapatkan bahwa teknologi tersebut sulit digunakan dan ‘terlalu teknis’ untuk dapat dimanfaatkan potensinya secara penuh. Akibatnya, mereka mengesampingkan manfaat teknologi tersebut dalam bisnis mereka. Mereka pun akhirnya lebih menyukai pola-pola tradisional dalam menyimpan, menilai, menganalisa dan menggunakan informasi dalam jumlah besar.

Namun karena globalisasi bisnis berjalan demikian cepat, kebutuhan untuk membuat keputusan-keputusan bisnis strategis dalam hitungan mikrodetik kini sudah menjadi realitas ekonomi. Studi kasus bisnis untuk mengakuisisi teknologi demi kepentingan organisasi bukan lagi menjadi pertanyaan yang harus diperdebatkan. Perubahan bukan lagi sebuah pilihan. Isu fundamental saat ini adalah bukan lagi apakah eksekutif melaksanakan perubahan atau tidak, tetapi sejauh mana kemampuan dan kecepatan organisasi dan individu dapat mengadaptasi perubahan.

Dari sudut pandang proses bisnis, Manajemen Informasi memainkan peran sangat penting. Ledakan pertumbuhan teknologi dan layanan komunikasi, seperti Internet, telah memperkenalkan perspektif sosial-ekonomi baru, termasuk sektor-sektor baru dalam bisnis global. Kemampuan memanfaatkan informasi dan menyampaikan strategi berdasarkan informasi yang tersedia telah menjadi sebuah alat yang ampuh dalam proses pengambilan keputusan bisnis – ‘kekuatan’ untuk memproses informasi menjadi demikian krusial bagi daya saing setiap organisasi.

Apakah artinya untuk bisnis? Sederhana saja. Ilmu-ilmu tradisional yang diaplikasikan untuk manajemen informasi, tidak lagi menonjol dalam masa modern saat ini. Karakteristik-karakteristik utama baru menentukan nilai informasi. Prinsip-prinsip Business Intelligence dibangun berdasarkan karakteristik-karakteristik baru tersebut, yakni:

* Keterbukaan,
* Sensitivitas waktu,
* Ketepatan,
* Saling ketergantungan, dan
* Tipe Data

Keterbukaan

Dengan kemajuan konsep-konsep bisnis seperti Electronic Commerce dan One-To-One Marketing, nilai keterbukaan informasi telah meningkat. World Wide Web adalah agen utama yang mendorong keterbukaan informasi ini. Suasana keterbukaan informasi saat ini memberikan tekanan tambahan bagi para pimpinan perusahaan untuk melindungi kepemilikan informasi rahasia mereka melalui aplikasi-aplikasi teknologi yang tepat guna.

Walaupun aplikasi-aplikasi tersebut kini meningkat pemanfaatannya, mayoritas dari aplikasi-aplikasi tersebut dilaksanakan pada tingkat manajemen menengah. Hal ini menyebabkan para top eksekutif bergantung pada hard copy laporan-laporan manajemen yang untuk mengolahnya biasanya memakan waktu seharian. Untuk menghindari masalah tersebut, para perancang sistem mulai memasukkan lapisan informasi eksekutif (executive information layer), yang disebut Business Intelligence System (BIS), dalam arsitektur jaringan TI mereka.

Business Intelligence (BI) pada hakekatnya adalah mengetahui hal-hal fundamental dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, yang membentuk suatu bisnis. Repositori informasi korporat yang kompleks bertindak sebagai fondasi dari BIS. Executive Information Layer di dalam sistem membantu manajemen puncak untuk menggunakan Business Intelligence dengan cara tak terbatas dalam manajemen bisnis sehari-hari.

Sensitivitas Waktu

Kebutuhan akan informasi yang bersifat peka waktu (time-sensitive) menjadi sangat penting sejak lahirnya on-line computing. Pemimpin perusahaan modern, yang mengelola rangkaian entitas bisnis, sangat menghargai skenario pengambilan keputusan berdasarkan informasi seperti itu. Karena eratnya relevansi dan informasi operasional yang tepat waktu dalam proses pengambilan keputusan bisnis, saat ini berkembang sebuah trend di Asia untuk dapat mengakses langsung ke informasi bisnis.

Namun demikian, trend tersebut bervariasi dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Pasifik. Dibandingkan negara lainnya, negara-negara seperti Singapura, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Taiwan dan Korea, umumnya memimpin dalam pemanfaatan TI oleh kalangan eksekutif

Alasan sulitnya memahami TI pada lingkup manajemen puncak lebih disebabkan oleh kompleksitasnya. Personal computing agaknya telah mengurangi kesenjangan ini, tetapi hanya untuk aplikasi-aplikasi seperti word processing dan electronic mail.

Akses on-line terhadap sistem-sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang berfungsi sebagai urat nadi perusahaan, tetap dipandang kompleks dan merupakan urusan para spesialis. Banyak CEO (Chief Executive Officer) yang mengelola bisnis bernilai jutaan dollar, terus bergantung pada tumpukan hard copy laporan-laporan yang lebih sering terlambat diolah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi bagi manajemen puncak.

Selain perancang network, yang mengintegrasikan BIS ke dalam sistem-sistem informasi perusahaan, para provider teknologi global sedang membangun feature ini ke dalam produk-produk mereka. Sebagai contoh, Oracle Corporation yang merupakan provider manajemen informasi terkemuka, mempelopori dimasukkannya teknik-teknik BI ke dalam suite ERP mereka. Oracle berharap dengan memberikan kesempatan pada para CEO menggunakan peralatan khusus untuk mengakses langsung sistem ERP suatu perusahaan, manajemen puncak dapat menelusuri indikator utama kinerja bisnis secara ‘live’ dan membuat keputusan-keputusan bisnis strategis berdasarkan data.

Dennis Jullock, Senior Director for Applications dari Oracle mengatakan, "Setiap perusahaan yang telah bekerjasama dengan kami dalam implementasi solusi-solusi bisnis pada akhirnya membutuhkan sebuah sistem khusus yang memperkuat business intelligence mereka." Kebutuhan ini dirasakan sangat mendesak pada industri-industri seperti telekomunikasi, perbankan dan lembaga keuangan, transportasi, manufaktur dan energi, di mana isu-isu bisnis seperti globalisasi dan deregulasi adalah topik sehari-hari.

"Selain itu, perubahan-perubahan konstan dalam perekonomian saat ini telah menekankan kebutuhan atas perangkat manajemen dalam corporate computing. Yang lebih penting lagi, efisiensi CEO sebagai pengambil keputusan menjadi semakin ditentukan oleh masalah apakah ia terlibat langsung dalam pemanfaatan TI, karena cepatnya perubahan informasi pada Abad Informasi ini."

Jolluck mengidentifikasi beberapa contoh indikator kinerja BIS dan pertanyaan dapat terjawab melalui sistem tersebut:

* Pemanfaatan kapasitas – Berapa banyak penjualan yang dapat saya hasilkan sebelum memperbesar kapasitas manufaktur? Apa yang sebaiknya saya outsource terlebih dahulu agar dapat menunda pembangunan pabrik baru?
* Pengadaan (Procurement) - Siapakah pemasok (supplier) saya yang paling efisien? Berapa banyak yang dapat dihemat dengan mengkonsolidasikan para pemasok terbaik saya?
* Analisa waktu dan biaya – Mengapa biaya yang saya keluarkan meningkat pada suatu daerah tertentu?
* Pelanggan – Pelanggan mana yang harus saya targetkan untuk penjualan produk baru?
* Efisiensi promosi - Program pemasaran manakah yang berjalan, paling hemat biaya dan mengapa?
* Pelatihan – Seberapa efektif program-program pelatihan saya membuahkan hasil?
* Bagaimana pelatihan mempengaruhi produktivitas? Prakiraan kas – Seberapa besarkah arus kas yang diperkirakan masuk dan keluar per mata uang?
* Oleh karenanya, haruskan saya mengubah simpanan mata uang asing jangka pendek saya?

Ketepatan

Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan tingkat ketepatan tinggi. Dalam dunia yang terbuka dengan tekanan waktu yang sangat besar, akurasi informasi dapat dikompromikan. Ini sebenarnya masalah manusiawi. Untuk alasan inilah desainer sistem informasi modern perlu membangun ke dalam arsitektur mereka beberapa tingkatan redundansi yang digunakan sebagai ukuran tambahan dalam menjamin ketepatan informasi.

Ini merupakan tugas sulit dan sangat menantang karena seorang desainer hanya dapat menjamin kinerja dan kehandalan dari sistem dibawah pengawasannya. Bagaimana pun, network computing mengintegrasikan banyak sistem yang berbeda-beda – baik di dalam maupun di luar perusahaan. Sementara itu, hanya terdapat sedikit pilihan apakah menerima atau menolak apa yang tersedia dalam public domain networks, sebuah skenario yang berbeda yang berasal dari sistem-sistem yang menghubungkan para pemasok, partner dan pelanggan.

Extended corporate intranet, atau kadang dikenal dengan extranet, memungkinkan para desainer sistem untuk menyepakati standar yang mengatur ketepatan informasi yang mengalir dari entitas-entitas yang otonomi tetapi saling berkaitan.

Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip BIS dalam sebuah network, CEO perusahaan benar-benar dengan mudah mengekstraksi informasi on-line dengan tepat tentang hal-hal seperti prakiraan penjualan dan manajemen, logistik dan manajemen mata rantai suplai, demand generation, tingkah laku dan kepuasan konsumen, analisa biaya dan manajemen finansial, perencanaan sumberdaya manusia dan pengembangan produk.

Saling Ketergantungan

Network atau Internet Computing secara jelas mengungkapkan adanya tingkat ketergantungan yang tinggi. Karakteristik utama dari Manajemen Informasi modern inilah yang dipersiapkan untuk berkembang. Karena organisasi dan individu memanfaatkan Internet di seluruh dunia, hasil informasi yang diolah, nantinya akan semakin kait-mengait.

Untuk benar-benar efisien dan terdepan dalam persaingan bisnis, para pemimpin bisnis perlu untuk mengikuti perkembangan di sekitarnya. Bukan hanya perkembangan yang sebenarnya dalam sebuah perusahaan, tetapi juga pihak-pihak di luar perusahaan, termasuk di dalamnya mitra bisnis, pelanggan dan pemasok. Dengan adanya tingkat ketergantungan tersebut, manajemen puncak perlu menjaga mitra bisnis mereka dalam suatu extended enterprise, yang selalu mengikuti segala gerakan-gerakan strategis yang menentukan arah bisnis.

Dalam suatu lingkungan bisnis yang banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti perekonomi di Asia yang kini memburuk, perubahan-perubahan strategi bisnis bisa dan benar-benar dapat terjadi dalam waktu singkat. Tanpa sebuah BIS, manajemen puncak tidak mungkin dapat mengadopsi pendekatan analitis dalam menangani permasalahan-permasalahan bisnis yang diciptakan oleh kekuatan eksternal dalam waktu yang sangat cepat.

Sebagaimana yang kita saksikan, masalah ini telah menjadi penyebab utama dari banyaknya kegagalan perusahaan dan bisnis dalam krisis yang kini berlangsung.

Karena itu, BIS perlu memperhitungkan inter-dependensi informasi, tidak hanya secara internal, tetapi juga eksternal. Selain itu, sistem-sistem tersebut perlu tanggap terhadap perubahan-perubahan yang mentransformasikan sifat sebuah industri atau sektor, karena hal tersebut mempengaruhi informasi yang kelak dihasilkan.

Di sektor telekomunikasi, misalnya, datangnya telekomunikasi, teknologi broadcasting dan elektronik secara bersamaan telah mengakibatkan perubahan-perubahan fundamental dalam skenario bisnis. Trend ini, yang secara kolektif dikenal sebagai Konvergensi, menciptakan suatu lingkungan informasi yang saling bergantung satu sama lain.

Tipe Data

Bagaimana pun, setiap sektor dalam bentuk asalnya memproduksi informasi primer dengan format berbeda, seperti audio dalam komunikasi, video dalam broadcasting dan teks dalam elektronik. Konvergensi mengacu pada penyampaian tipe-tipe data tersebut, kepada pelanggan, dengan channel tunggal.

Liberalisasi yang terus-menerus dari komunikasi dan informasi, telah melipatgandakan dampak dan jangkauan informasi, yang menggunakan tipe-tipe data tersebut, baik di masyarakat maupun di kalangan bisnis.

Pandangan tradisional bahwa informasi korporat kebanyakan berbasis teks (text-based) sudah usang. Multimedia merambah ke desktop dan kantor-kantor direksi. Perkembangan ini perlu dipandang sebagai sebuah peluang karena sistem informasi eksekutif yang tepat saat ini dapat dibangun untuk menyampaikan informasi dengan cara yang paling efektif untuk manajemen puncak.

Pangkalan data perusahaan, atau Data Warehousing, saat ini tidak dibatasi untuk informasi tekstual. Perpustakaan digital perusahaan saat ini dapat berbentuk sebuah gudang multimedia. Di dalamnya tercakup video, audio, tekstual dan data spasial. Hal ini tentu meningkatkan kekayaan informasi dari manajemen informasi perusahaan. Keberadaannya telah memperluas batas-batas analisa dan presentasi data.

Para desainer BIS perlu mewaspadai perkembangan ini. Hal ini menjadi lebih penting pada saat informasi perusahaan berbasis Internet marak digunakan. Internet adalah sebuah sumber data yang sangat kaya dengan data multi-media. Executive information layer dapat memanfaatkan beragam tipe data tersebut dan menggunakannya untuk meyakinkan kesederhanaan dan estetika dalam manajemen informasi.

Aplikasi-aplikasi tersebut secara khusus dapat bermanfaat untuk sektor-sektor bisnis yang mengolah data audio-visual dan spasial. Contohnya adalah sektor-sektor ekonomi seperti pertambangan, minyak dan gas, pertanian, teknologi luar angkasa, hiburan dan industri perfilman serta yang tidak kalah penting berbagai jenis fungsi pemerintahan seperti perencanaan ekonomi, pertahanan dan keamanan.

Kesimpulan

Untuk tetap dapat bersaing, kalangan bisnis selalu mencari cara-cara untuk memperbaiki produktivitas dan efisiensi dalam infrastruktur perusahaan – dari front-office sampai back-office. Di masa-masa ketidakpastian ekonomi, kebutuhan untuk memaksimalkan sistem bisnis menjadi jauh lebih krusial terhadap daya saing keseluruhan perusahaan. Satu fakta yang terungkap dari kekacauan ekonomi yang telah tampak menimpa Asia adalah bahwa banyak perusahaan harus meninjau ulang strategi-strategi mereka dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia.

Terlepas dari mengkaji arah bisnis, para pemimpin bisnis juga perlu meneliti dengan seksama efisiensi perusahaan. Fakta bahwa Corporate Information System adalah mesin dari efisiensi bisnis, telah meningkatkan kebutuhan akan penilaian dan tinjauan ulang secara berkesinambungan guna meninjau bagaimana informasi dapat menggerakkan strategi-strategi bisnis perusahaan.

Telah tiba saatnya bagi sistem-sistem informasi tersebut untuk dirancang kembali dengan ‘CEO in mind’. Fasa pertumbuhan bisnis berikutnya di kawasan Asia Pasifik akan lebih berat dengan tingkat kompetisi yang tinggi dan kekuatan-kekuatan eksternal, seperti perjanjian perdagangan regional yang mempengaruhi bisnis global.

Sebuah aplikasi yang membantu para eksekutif membuat keputusan krusial berdasarkan informasi strategis yang tersedia dengan menyampaikan analisa kualitatif dan kuantitatif bagi para eksekutif bisnis dalam waktu yang tepat, telah menjadi kebutuhan kompetitif. Oracle telah menghadirkan teknologi untuk desktop untuk para CEO dengan cara yang memungkinkan teknologi tidak hanya dapat diakses secara mudah, tetapi memungkinkan teknologi menjadi sebuah ekstensi krusial dari proses pengambilan keputusan bisnis.

*) President Director, PT Oracle Indonesia
Sumber:http://www.infoperpus.8m.com/artikel/00007.htm 11juni2009 jam18:46

Read More..

Business Intelligence

Dalam dunia bisnis yang berubah dengan sangat cepat sekarang ini, perusahaan sangat membutuhkan alat untuk memberikan servis yang efisien pada consumer dalam bisnis mereka. Untuk dapat tetap kompetitif, perusahaan harus menemui bahkan melebihi ekspektasi dari consumer. Perusahaan bersandar lebih pada sistem business intelligence untuk tetap berada di depan kecenderungan dan kejadian di masa datang.

Business intelligence itu sendiri adalah sebuah istilah manajemen bisnis yang berkenaan dengan aplikasi dan teknologi yang digunakan untuk mengambil, menyediakan dan menganalisa data dan informasi mengenai operasi perusahaan. Sistem business intelligence dapat membantu perusahaan untuk memiliki pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai factor-faktor yangt mempengaruhi bisnis mereka, misalnya penjualan, produksi, operasi internal dan juga dalam pemgambilan keputusan.

Aplikasi dan teknologi business intelligence dapat memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan yang lebih masuk akal, business intelligence juga dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan yaitu untuk mengetahui posisi perusahaan dalam persaingan dengan competitor. Selain itu, business intelligence juga dapat membantu perusahaan menganalisa perubahan trend pada pasar, perubahan pada perilaku pelanggan, pilihan pelanggan, kemampuan perusahaan dan kondisi pasar. Business intelligence dapat digunakan juga untuk membantu analis dan manajer menentukan penyelesaian yang paling berpengaruh terhadap tren di pasar.

Agar sistem teknologi business intelligence dapat berjalan dengan efektif, perusahaan harus memiliki sistem computer yang aman. Selain itu, sistem business intelligence membutuhkan kapasitas data yang cukup. Penjaja business intelligence biasanya mengembangkan sistem business intelligence berbeda-beda untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dari sector yang berbeda-beda.

Dalam masa yang akan datang, informasi bisnis akan menjadi lebih demokratis dimana pengguna dari luar organisasi dapat melihat informasi pada segmen mereka untuk melihat bagaiamana perusahaan tersebut bekerja. Syarat kemampuan business intelligence juga akan meningkat sejalan dengan ekspektasi konsumen yang juga meningkat. Hal ini menuntu perusahaan untuk meningkat pada langkah yang sama atau lebih cepat untuk dapat tetap kompetitif. Business intelligence sering kali menggunakan indicator performa perusahaan (KPI) untuk menaksir keadaaan bisnis saat ini dan menentukan langkah yang akan ditempu.

Pada artikel yang didapat, dibahas penggunaan business intelligence dalam bank central. Eksekutif dan analis dari bank central mengikuti nadi keuangan negara dengan secara dekat memantau parameter kunci pada lingkungan ekonomi dan perbankan. Berdasarkan perspektif strategis, informasi dianalisa untuk mengerti perilaku jangka panjang dan hubungan antara berbagai variable ekonomi dari bunga bank. Pada tingkat operasional, indikasi perbankan, keuangan dan makroekonomi diikuti untuk menyediakan panduan untuk keputusan sehari-hari dalam kerangka kebijaksanaan pemerintah.

Bank central mengumpulkan dan menganalisa laporan dan data perbankan, ekonomi, keuangan, moneter dan aspek-aspek neraca keuangan pada dasar yang tetap dengan sumber informasi langsung ataupun melalui agen pemerintah. Bank central memainkan peran penting dalam menjaga integritas sistem dari sistem perbankan dan meluruskan pertumbuhannya pada kebijaksanaan moneter keseluruhan pada Negara. Oleh karena itu, maka bank central membutuhkan sistem pengawasan yang kuat dan efisien untuk memastikan keputusan mereka sesuai dengan ketentuan. Dalam lingkungan yang berubah, pengukuran yang tepat pada performa dan pengawasan yang efektif dari institusi ini adalah tugas yang sulit bagi pengawas dan pegaturnya. Faktor pembatas dari kebanyakan sistem adalah kesulitan untuk melihat data historis.

Bagaimanapun, tren teknologi sekarang, khususnya business intelligence dapat membantu bank central mengahadapi tantangan tersebut. Teknologi business intelligence membantu banker dengan kemampuan untuk melihat peringatan sejak dini, jadi dapat mencegah kegagalan sejak sebelumnya. Idealnya, solusi business intelligence seharusnya,

* Dapat menyiapkan ramalan persediaan menggunakan alat estimasi yang sempurna
* Menyediakan akses historis seperti halnya akses pada data saat sekarang
* Menyediakan analisis on-the-fly untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis.
* Memiliki kemampuan yang multi dimensi dengan fasilitas untuk analisis dengan fungsi-fungsinya yang saling berhubungan.
* Mencapai efisiensi yang lebih tinggi dalam penyebaran dan pelaporan
* Memenuhi kebutuhan laporan untuk IMF dan pemerintah

Dalam penelitian ekonomis, data yang sangat banyak biasanya diatur sekitar kerangka analisis yang mengklasifikasikan data dan membolehkan pengertian variable tidak hanya pada tingkatan terendah tetapi juga pada kesatuan yang lebih tinggi. Data yang diapat dari berbagai sumber haruslah diatur sedemikian rupa dengan menggunakan konsep kumpulan lanjutan seperti likuiditas yang bebas, analisis dapat mengerti apa yang sedang terjadi pada dunia ekonomi dan mengetahui langkah apa yang akan dibuat untuk menyesuaikannya. Pusat informasi yang diatur dengan baik dapat menyimpan informasi pada bentuk ini untuk kemudahan dan kecepatan mengakses informasi.

Sebuah dasar business intelligence yang terintegrasi dapat menolong bank central secara konstan mengevaluasi indicator performa dari sistem perbankan, dan mengawasi kesehatan sistem perbankan, posisi likuiditas dan ketaatan pada norma-norma kebijaksanaan. Solusi business intelligence dapat juga membantu analis untuk mempelajari korelasi antara pertumbuhan dari berbagai sector ekonomi dengan pertumbuhan pendapatan dari bank dalam sector ini. Analisis kunci ini dan peringatan awal dapat membantu pengatur untuk melihat bank-bank yang berbuat salah tepat pada waktunya dan memastikan kebutuhan yang saling berhubungan.
Sumber:http://themoviebugs.wordpress.com/2008/02/20/business-intelligence/ 11juni2009 jam18:37

Read More..

Curriculum Vitae


Nama : LILI NURSALEH
TTL : Cilacap, 30 Mei 1989
Usia : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Warung Sunda Ibu Opik Sangiang
Jl.Villa Regency 1
Rt:004 Rw:01 No:19
Kelurahan Periuk
Kecamatan Periuk
Kota Tangerang Banten
Kode Pos 15131

Riwayat Pendidikan

Lulusan SD Negeri Madusari 02 tahun 2003
Lulusan SMP Negeri 1 Dayeuhluhur tahun 2005
Lulusan MAN Majenang tahun 2007
Mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja jurusan Sistem Informasi tahun 2008 sd sekarang

Read More..

ERP menurut Wikipedia

Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalahsistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

Sejarah
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.

Karakter Sistem
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.


Modul ERP
Secara modular, software ERP biasanya terbagi atas modul utama yakni Operasi serta modul pendukung yakni Finansial dan akuntasi serta Sumber Daya Manusia

Modul Operasi

* General Logistics, Sales and Distribution, Materials Management, Logistics Execution, Quality Management, Plant Maintenance, Customer Service, Production Planning and Control, Project System, Environment Management

Modul Finansial dan Akuntasi

* General Accounting, Financial Accounting, Controlling, Investment Management, Treasury, Enterprise Controlling,

Modul Sumber Daya Manusia

* Personnel Management, Personnel Time Management, Payroll, Training and Event Management, Organizational Management, Travel Management,

Keuntungan penggunaan ERP

Integrasi data keuangan

Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik

Standarisasi Proses Operasi

Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk

Standarisasi Data dan Informasi

Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda

Keuntungan yg bisa diukur

* Penurunan inventori
* Penurunan tenaga kerja secara total
* Peningkatan service level
* Peningkatan kontrol keuangan
* Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi

Memilih ERP

Latar Belakang

* Investasi ERP sangat mahal dan pilihan ERP yang salah bisa menjadi mimpi buruk
* ERP yang berhasil digunakan oleh sebuah perusahaan tidak menjadi jaminan berhasil di perusahaan yang lain
* Perencanaan harus dilakukan untuk menyeleksi ERP yg tepat
* Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrim, evaluasi pilihan ERP menghasilkan rekomendasi untuk tidak membeli ERP, tetapi memperbaiki Business Process yang ada
* Tidak ada ‘keajaiban’ dalam ERP software. Keuntungan yang didapat dari ERP adalah hasil dari persiapan dan implementasi yang efektif
* Tidak ada software atau sistem informasi yang bisa menutupi business strategy yang cacat dan business process yang ‘parah’

Secara singkat, tidak semua ERP sama kemampuannya dan memilih ERP tidaklah mudah (paling tidak, tidaklah sederhana), dan memilih ERP yang salah akan menjadi bencana yang mahal

Suksesor Penerapan

Syarat sukses memilih ERP Pengetahuan dan Pengalaman

* Pengetahuan adalah pengetahuan tentang bagaimana cara sebuah proses seharusnya dilakukan, jika segala sesuatunya berjalan lancar
* Pengalaman adalah pemahaman terhadap kenyataan tentang bagaimana sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan kemungkinan munculnya permasalahan
* Pengetahuan tanpa pengalaman menyebabkan orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan
* Pengalaman tanpa pengetahuan bisa menyebabkan terulangnya atau terakumulasinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak dibekali dengan pemahaman yg cukup

Pemilihan Metodologi

Metodologi yang berkaitan dengn ERP

* Ada struktur proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memilih ERP
* Proses seleksi tidak harus selalu rumit agar efektif. Yang penting organized, focused dan simple
* Proses seleksi ini biasanya berkisar antara 5-6 bulan sejak dimulai hingga penandatanganan order pembelian ERP

(BK. Khaitan, weblink)

* Berikut ini adalah akivitas yg sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari proses pemilihan software ERP: analisa strategi bisnis, analisa sumber daya manusia, analisa infrastruktur dan analisa software

Analisa Strategi Usaha

* Bagaimana level kompetisi di pasar dan apa harapan dari customers?
* Adakah keuntungan kompetitif yang ingin dicapai?
* Apa strategi bisnis perusahaan dan objectives yang ingin dicapai?
* Bagaimana proses bisnis yang sekarang berjalan vs proses bisnis yang diinginkan?
* Adakah proses bisnis yang harus diperbaiki?
* Apa dan bagaimana prioritas bisnis yang ada dan adakah rencana kerja yang disusun untuk mencapai objektif dan prioritas tersebut?
* Target bisnis seperti apa yang harus dicapai dan kapan?

Analisa Sumberdaya Manusia

* Bagaimana komitment top management thd usaha untuk implementasi ERP?
* Siapa yg akan mengimplementasikan ERP dan siapa yg akan menggunakannya?
* Bagaimana komitmen dari tim implementasi?
* Apa yg diharapkan para calon user thd ERP?
* Adakah ERP champion yg menghubungkan top management dgn tim?
* Adakah konsultan dari luar yg disiapkan untuk membantu proses persiapan?

Analisa Infrastruktur

* Bagaimanakah kelengkapan infrastruktur yang sudah ada (overall networks, permanent office systems, communication system dan auxiliary system)
* Seberapa besar budget untuk infrastruktur?
* Apa infrastruktur yang harus disiapkan?

Analisa Perangkat Lunak

* Apakah perangkat lunak tersebut cukup fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi perusahaan?
* Apakah ada dukungan layanan dari penyedia, tidak hanya secara teknis tapi juga untuk kebutuhan pengembangan sistem di kemudian hari
* Seberapa banyak waktu untuk implementasi yang tersedia
* Apakah perabgkat lunak memiliki fungsi yang bisa meningkatkan proses bisnis perusahaan

Penerapan ERP

Berikut ini adalah ringkasan poin-poin yg bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP:

* ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan
* ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan
* Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP. Ada metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya.
Sumber: http://blog.semarsoftware.com/semar/?p=63 9juni2009 jam11:56

Read More..

Sebenarnya apa seh ERP itu?plus apa manfaatnya?

ERP alias Enterprise Resources Planning atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh.

Secara arsitektural sistem, ERP dikembangkan berdasarkan modul-modul
fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah
perusahaan/organisasi.

Secara historis, ERP berasal dari metamorfosis dari MRP (Manufacturing Resources Planning) yang diarahkan untuk kelompok usaha manufaktur.

Seiring dengan perkembangan teknologi, manajerial dan bisnis maka
MRP pun berubah menjadi ERP. Istilah ERP sendiri diperkenalkan pertama
kali oleh Gartner Group.

Lantas manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan dari penerapan
sistem ERP? Atau modul-modul standar apa saja yang biasa terdapat dalam
sistem ERP?

Secara teknis sebenarnya ERP berfungsi memadukan berbagai sistem
informasi yang tersebar di masing-masing departemen (unit fungsional)
di sebuah lembaga.

Dengan adanya sistem yang terpadu tersebut maka masing-masing unit
fungsional dalam lembaga tersebut dapat saling berbagi data dan
informasi yang pada akhirnya meningkatkan sinergi antar elemen di
perusahaan yang menerapkannya.

Perlu diingat bahwa ERP bukanlah aplikasi perangkat lunak komputer
yang berfungsi menangani data secara elektronik dan memprosesnya secara
terperinci saja.

ERP memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi analitik kepada para pemegang keputusan melalui modul OLAP (online analytical processing).

Sehingga jika dilihat dari sisi fungsional sistem, ERP dibagi atas modul OLAP dan OLTP (online transaction processing).

Modul OLTP adalah lapis (layer) yang berfungsi menangani proses pemasukan (input), ubah (update) dan hapus (delete) dari setiap data ke dalam rekam (record) tabel yang saling terkait dalam suatu basis data.

Misalkan saat memasukkan data penjualan maka sistem OLTP
akan melakukan verifikasi ke tabel pegawai untuk memastikan
otoritasnya, penelusuran apakah pelanggan tersebut adalah langganan
yang sudah terdaftar sehingga berhak atas potongan harga, memeriksa
apakah ada program harga khusus dari sistem informasi akunting hingga
akhirnya data tersebut direkam dalam tabel penjualan.

Sedangkan modul-modul standar yang biasanya terintegrasi di dalam suatu sistem ERP setidaknya minimal terdiri atas:

1. Keuangan
* Akuntansi Finansial

Secara fungsional modul akuntansi finansial berfungsi untuk
mengumpulkan dan mengelola seluruh data finansial hingga mampu
menyajikan laporan dari hasil relasi data dari beberapa departemen.

Laporan yang disajikan tersebut dapat diarahkan untuk eksternal
maupun internal. Sedangkan jenis-jenis laporan yang disajikan minimal
harus memenuhi standar laporan keuangan yang biasa dibuat secara manual.

Dari sisi integrasi sistem, modul akuntansi finansial memadukan
modul-modul fungsional lainnya yang terdapat di dalam sistem ERP.
Contohnya antara lain adalah modul POS (point of sale) saat memproses
transaksi penjualan secara otomatis mengintegrasikan data tersebut
dengan modul akuntansi finansial.
* Kontrol

Modul kontrol ini berfungsi untuk mengelola data-data yang terkait
dengan antara lain akuntansi laba biaya, cost center, manajemen proyek,
dsb.
* Fixed Asset Management

Dalam menjalankan operasionalnya setiap lembaga memiliki beban biaya
yang dikeluarkan untuk investasi aktiva tetap, sewa dan gedung. Dalam
modul ini mendukung pekerjaan pengadaan, pemeliharaan,
penjualan/penghapusan, penarikan hingga depresiasi nilai aktiva.
2. Logistik

Modul logistik secara fungsional digunakan untuk memproses
pengadaan, penjualan dan distribusi logistik yang digunakan oleh
perusahaan.
3. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah asset terbesar perusahaan yang memerlukan
pengelolaan yang baik dan terukur dari mulai perekrutan, penjadualan
dan pemrosesan gaji.

Pekerjaan-pekerjaan rutin bisnis yang terkait sumber daya manusia
seperti pembayaran gaji, manajemen tugas, ongkos tugas luar kantor,
bonus/kompensasi, perekrutan hingga perencanaan kebutuhan tenaga kerja
dapat dikelola oleh modul sumber daya manusia.
4. Business Process Support

Setiap perusahaan selalu terkait dengan masalah manajemen arus kerja
dan solusi industri. Kedua hal tersebut digunakan sebagai kendali atas
setiap unit fungsi yang ada di dalam perusahaan.
5. Rantai Pasokan (SCM = supply chain management)

SCM sebenarnya adalah modul yang menjadi fokus yang mutakhir dalam pengembangan sistem ERP.

Penerapan SCM yang baik dengan memanfaatkan Internet adalah solusi yang sangat efektif dalam penghematan biaya perusahaan.

Proses perencanaan hingga optimalisasi penyimpanan dan penggunaan
logistik sangat membantu dalam memperbaiki prediksi permintaan serta
efisiensi bagi perusahaan.
6. Dukungan E-Commerce

Transaksi elektronik yang terintegrasi melalui media Internet adalah
tren masa kini yang mendorong terjadinya proses bisnis komersial yang
efektif.

Dengan dukungan e-commerce yang baik maka produsen dapat langsung
berhadapan dengan pengguna akhirnya yang berakibat pada pemotongan
biaya yang cukup signifikan.

Misalkan kepala gudang perusahaan A ingin mengadakan material
produksi yang diproduksi oleh perusahaan B, perusahaan C dan perusahaan
D. Kepala gudang perusahaan A tersebut kemudian login ke dalam situs
web e-commerce perusahaan B, perusahaan C serta perusahaan D untuk
memesan material yang diperlukan tersebut.

Kepala gudang perusahaan A dapat memperoleh ketersediaan produk dan harga secara langsung dari masing-masing produsen tersebut.

Hal tersebut tentunya dapat memotong anggaran yang cukup besar
karena akan selalu memperoleh harga yang bersaing dengan jumlah dan
mutu terbaik.
Sumber: http://blog.semarsoftware.com/semar/?p=62 9juni2009 jam11:52

Read More..