Menimbang Urgensi Implementasi ERP

Kondisi Industri di Indonesia saat ini masih pada tahap yang sulit. Liquiditas yang menipis, kucuran kredit seret dengan suku bunga yang tinggi, restitusi pajak yang cukup lambat, serbuan barang illegal maupaun kualitas dan kuantitas produk yang masih kalah dengan negara-negara tetangga merupakan situasi yang harus dihadapi oleh industri dalam negeri.

Untuk tetap bisa bertahan, sebuah perusahaan harus dapat dengan sigap menyikapi kondisi ini dengan baik. Sistem manajemen perusahaan harus rapi dan baik sehingga mampu mengelola perusahaan dengan efektif dan efisien. Mutu produk harus terjaga dengan baik sehingga pelanggan dapat tetap loyal.

Apa Itu ERP?
Enterprise resource planning software, atau ERP, tidak dapat kita maknai secara harfiah dari kepanjangannya. Lupakan kata planning dan lupakan kata resource karena terminology tersebut tidak terlalu menjelaskan. Akan tetapi ingat bagian Enterprise nya. Karena bagian tersebut merupakan ambisi sebenarnya dari istilah ERP, yaitu ambisi untuk menyatukan seluruh departemen dan fungsi yang ada pada sebuah perusahaan kedalam sebuah system computer terpadu yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan spesifik dari departemen yang berbeda.

Sunggguh pekerjaan besar, membangun sebuah program komputer yang dapat melayani kebutuhan orang-orang di bagian keuangan sebaik playanannya kepada orang-orang HRD atau kepada orang-orang gudang. Setiap departement-departemen itu secara khusus memiliki sistem komputer nya sendiri yang sudah dirasakan optimum untuk keperluan kerja departemen masing-masing. Akan tetapi ERP mengkombinasikan semuanya menjadi satu kesatuan program komputer yang terpadu yang berjalan diatas database tunggal sehingga berbagai departemen itu dapat secara mudah saling berbagi informasi dan berkomunikasi satu dengan lainnya.

Pendekatan terpadu itu akan dirasakan manfaatnya jika perusahaan memasang software secara benar.



Menangani pesanan pelanggan misalnya, Secara khusus, ketika pelanggan membuat pesanan, surat pesanan tersebut memulai perjalanan dokumen berbasis kertasnya dari keranjang yang satu ke keranjang lainnya diseputar perusahaan, seringkali proses itu memerlukan penginputan dan penginputan ulang pada sistem komputer di departemen yang berbeda. Perjalanan panjang tersebut menyebabkan keterlambatan yang berujung pada kehilangan pesanan, dan seluruh seluruh proses input kepada sistem komputer yang berbeda selalu mengundang kesalahan. Sementara itu tidak ada seorangpun di dalam perusahaan mengetahui sebenarnya pada tahapan mana status order tersebut karena tidak ada otorisasi bagi orang yang ada di departemen keuangan untuk masuk ke sistem komputer yang dimiliki oleh bagian gudang untuk melihat apakah barang sudah dikirim. Sehingga kalimat “Anda harus menelfon orang gudang” adalah jawaban yang familiar yang sering di dengarkan oleh pelanggan yang frustasi.

ERP menggantikan sistem komputer independen di keuangan, HR, Manufaktur, dan gudang, dengan sebuah program tunggal yang terbagi menjadi beberapa module yang serupa dengan sistem sebelumnya yang terpisah. Area keuangan, manufaktur dan gudang seluruhnya masih mendapatkan softwarenya masing-masing, yang berbeda sekarang softwarenya terhubung bersama sedemikian hingga seseorang di bagian keuangan dapat melihat software yang ditangani oleh bagian gudang untuk melihat apakah barang pesanan pelanggan sudah dikirim atau belum?. Sebagian besar vendor ERP bersikap fleksibel sehingga anda dapat menginstal sebagian modul saja tanpa harus membeli paket utuh nya. Sejumlah perusahaan hanya akan menginstal ERP untuk kebutuhan modul keuangan atau HR dan tidak menggunakan modul sisanya hingga suatu saat dirasakan perlu.

Bagaimana ERP dapat meningkatkan kinerja bisnis perusahaan?

Harapan terbesar dari penggunaan ERP adalah untuk menunjukan perbaikan cara perusahaan anda mengambil dan mengelola pesanan pelanggan. Itulah sebabnya mengapa ERP seringkali dijadikan acuan sebagai software back-office. ERP tidak menangani proses penjualan di depan (meski sebagian besar vendor ERP juga telah membangun software CRM untuk melakukan hal tersebut); akan tetapi, ERP mengambil pesanan pelanggan dan menyediakan sebuah peta jalan untuk melakukan automasi pada setiap langkah. Ketika customer service anda menginput dokumen pesanan pelanggan pada sistem ERP, maka yang bersangkutan sudah memiliki seuruh informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi dokumen order tersebut (Angka piutang pelanggan dan history pesanan dari modul keuangan, level inventory yang dimiliki peanggan dari modul gudang dan jadwal pengiriman melalui truk yang ada pada modul logistik)

Orang-orang yang berada pada departemen yang berbeda ini semuanya melihat informasi yang sama dan dapat mengupdatenya. Ketika sebuah departemen selesai dengan sebuah pesanan maka secara automatis akan diagendakan untuk dieksekusi oleh departemen berikutnya via sistem ERP. Untuk mencaritahu dimana pesanan pada saat tertentu, anda hanya perlu untuk masuk kedalam sistem ERP dan lacak semuanya. Dengan sedikit keberuntungan. Proses pergerakan surat pesanan akan terlihat dengan jelas posisinya didalam organisasi, yang pada gilirannya pelanggan akan mendapatkan pesanannya dilayani dengan lebih cepat dan dengan lebih sedikit kesalahan daripada sebelumnya. ERP dapat menerapkan keajaibannya kepada proses bisnis utama lainnya, seperti penggajian karyawan atau pembuatan laporan keuangan.

Hal itu setidaknya yang menjadi mimpi dari ERP. Pada kenyataannya dilapangan yang terjadi tidak semulus yang dibayangkan.

<

Mari kembali ke permasalahan awal, proses tersebut mungkin tidak terlalu efisien akan tetapi dapat dibilang sederhana. Keuangan melakukan pekerjaannya, gudang melakukan pekerjaannya, dan jika ada hal yang salah terjadi di luar tembok-tembok departemen maka ini adalah kesalahan pihak lain. Sekarang tidak lagi. Dengan ERP, pekerjaan customer service tidak lagi sekedar mengetikkan nama seseorang ke dalam komputer dan menekan enter. Akan tetapi layar-layar ERP membuat para penggunanya memiliki sentuhan bisnis yang lebih baik. ERP menjangkau dari mulai posisi kredit pelanggan yang dikelola departemen dan posisi stok barang dagangan. Apakah pelanggan akan membayar tepat waktu? Akankah kita mampu untuk mengirimkan order tepat waktu? Hal-hal semacam ini yang tidak pernah di dijawab oleh customer service sebelumnya, dan jawaban ini pula lah yang mempengaruhi pelanggan dan setiap departemen di dalam perusahaan. Akan tetapi bukan hanya bagian customer service yang harus memahami ERP, bagian gudang yang menjadi penjaga inventory juga harus ikut dalam penggunaan sistem secara online. Jika tidak, bagian customer service hanya akan melihat level stok yang rendah di layar mereka dan memberitahukan customer bahwa barang yang mereka minta kosong persediaannya. Akuntabilitas, Tanggungjawab dan komunikasi tidak pernah difasilitasi sebaik setelah pemasangan ERP sebelumnya.

Orang-orang tidak terlalu menyukai perubahan, dan ERP meminta semua orang yang terlibat dengannya untuk mengubah cara mereka bekerja. Itulah sebabnya nilai-nilai manfaat dari ERP sulit sekali untuk diturunkan. Software menjadi tidak terlalu penting daripada management perubahan yang harus dimiliki oleh perusahaan. Jika anda menggunakan ERP untuk meningkatkan cara orang-orang di perusahaan anda mengelola pesanan pelanggan, barang-barang pabrik, pengiriman dan penagihan, anda akan melihat nilai tambah yang dari software. Sebaliknya jika anda ambil cara gampangnya, menginstall software saja tanpa mengubah cara kerja, anda akan sulit untuk melihat nilai apapun didalamnya. Bahkan software baru hanya akan memperlambat cara anda bekerja jika posisinya hanya menggantikan software lama yang setiap orang sebelumnya sudah sangat mengenali software lama tersebut.

Menimbang Urgensi Implementasi ERP
Tiga hal mendasar yang harus dijaga karena mempengaruhi tingkat kesuksesan perusahaan dipasaran adalah: harga, ketersediaan, dan mutu. Kepuasan para pelanggan ditentukan oleh layanan produk dengan harga yang terjangkau, tersedia di pasaran, dan memiliki mutu sesuai dengan yang dijanjikan oleh perusahaan.

Tolok ukur tingkat kepuasan bisa dilihat dari naik-turunya penjualan, tingkat market share, maupun kontinuitas order dari pelanggan. Ketiga hal ini hanya mampu dicapai oleh perusahaan yang memiliki manajemen bisnis yang baik. Manajemen bisnis yang baik akan dapat melakukan kontrol, menciptakan stabilitas, prediktabilitas dan kapabilitas bisnis.

Penetapan atas kebijakan harga membutuhkan banyak informasi yang akurat atas kemampuan daya beli masyarakat dan biaya pokok untuk menyediakan produk tersebut ke konsumen. Penetapan biaya pokok dari sebuah produk memerlukan pencatatan atas semua transaksi biaya-biaya yang terkait dengan produk tersebut.

Dari rekaman transaksi tersebut suatu perusahaan akan dapat menentukan nilai yang tepat atas biaya pokok suatu produk dan membandingkan dengan daya beli pasar. Dengan demikian perusahaan dapat menentukan harga yang tepat untuk diberikan kepada konsumen. Kemampuan menjaga ketersediaan produk di pasar membutuhkan manajemen rantai suplai yang baik.

Perencanaan kebutuhan barang melalui prakiraan, penetapan safety stock, update realisasi pesanan, dan stok gudang yang akurat menjadi syarat mutlak dalam perencanaan logistik. Mutu yang baik dihasilkan oleh manajemen mutu yang baik dimulai dari proses penerimaan barang yang ketat, proses produksi yang konsisten, dan penjaminan pasca penjualan. Standar mutu dari masing-masing proses harus ditetapkan untuk mengontrol proses bisnis berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Manajemen informasi di dalam perusahaan menjadi hal yang vital untuk mendukung kesuksesan manajemen proses bisnis. Setiap transaksi pada perusahaan yang berpengaruh terhadap biaya, kondisi stok, kebijakan harga, maupun aktivitas para pegawai seharusnya terekam dengan baik. Kesinkronan data antar bagian menjadi suatu yang vital. Sebagian besar industri di Indonesia bermasalah mengenai data perusahaan mereka.

Adanya database yang terpisah-pisah menjadi sebuah kendala karena seringkali selisih sehingga membutuhkan waktu untuk memverifikasi. Selain itu kendala tidak terintegrasinya sistem antar bagian menyebabkan data yang dimiliki tidak real time dan terjadi duplikasi kegiatan entry data sehingga pengambilan keputusan menjadi lambat dalam persaingan industri yang semakin ketat. Konsep ERP (enterprise resource planning) mengintegrasikan manajemen informasi antar bagian dalam perusahaan sehingga data yang dibutuhkan oleh perusahaan berasal dari satu database sehingga memudahkan pengeloaan sumberdaya yang dimiliki.

Dengan integrasi antar bagian ini, duplikasi data dapat dihindarkan sekaligus mengurangi proses-proses entry ganda yang seharusnya tidak perlu dilakukan oleh pegawai. Data-data produk mengenai stok, biaya-biaya yang diperlukan bisa terekam dengan akurat sehingga dapat digunakan untuk merencanakan penyediaan barang di pasar.

Akuratnya nilai persediaan juga membantu bagian logistik untuk menetapkan kebutuhan barang secara lebih tepat sebagaimana dalam konsep Just in Time. Dalam konsep Just in Time, persediaan merupakan salah satu waste yang harus dikurangi tanpa mengganggu ketersediaan yang diperlukan oleh bagian produksi maupun ketersediaan di pasar. Nilai persediaan dalam perusahaan yang berbasiskan produk memiliki nilai yang cukup besar.

Dengan penerapan persediaan yang efisien akan dapat meningkatkan liquiditas perusahaan dan memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sebagian dananya untuk kebutuhan investasi yang lain.

Secara umum penerapan sistem ERP yang ideal akan memberikan dukungan terhadap manajemen sumber daya dengan mengelola informasi perawatan dan perhitungan kapasitas penggunaan sumber daya, dukungan atas kontrol keuangan perusahaan, dukungan atas kontrol kualitas, serta automasi dari aliran bisnis proses dan keselarasan antarbagian.

Agar sebuah perusahaan dapat menerapkan konsep ERP dengan baik, setiap aspek dari organisasi, manusia, informasi, dan teknologi harus dikaji. Dengan demikian penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat diimplementasikan pada industri sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar.
Sumber: http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Menimbang%20Urgensi%20Implementasi%20ERP&&nomorurut_artikel=108 9juni2009 jam 11:20

Read More..

OOP

Artikel ini adalah seri pertama dari artikel berseri tentang OOP. Tentu saja OOP pada PHP. OOP adalah singkatan dari Object Oriented Programming, dalam bahasa jawanya pemrograman berorientasi objek, yaitu mengganggap bahwa segala sesuatu dalam bahasa pemrograman adalah object, benda seperti dalam dunia nyata. Bahkan variable pun bisa dianggap sebagai object (pada pemrograman yang OOP banget, macam java, javascript). Sekarang PHP mulai versi 5.x sudah mendukung secara penuh konsep OOP. Pada versi 4.x memang kita sudah bisa menggunakan OOP, tetapi core engine PHPnya sendiri belum begitu mensupportnya. Jadi jika anda ingin menggunakan konsep OOP dalam konstruksi logic web anda, lebih baik gunakan PHP versi 5.x. Saat ini sudah banyak hosting yang sudah mengupgrade versi PHPnya.

OOP dalam PHP hampir mirip dengan OOP pada java. Jika anda sudah pernah belajar java atau javascript, OOP dalam PHP tidak begitu bermasalah. OOP PHP berbeda dengan PHP struktural. Pada OOP kita bisa membuat sebuah class yang berisi semua fungsi-fungsi yang biasa digunakan untuk proses web, misalkan proses query database, proses login, proses regular expression dll.Ingat bahwa fungsi dalam OOP adalah method. Dari class tersebut bisa dibuat sebuah object yang memiliki semua method yang saya sebutkan tadi, proses query, proses login, proses reqular expression dll. Tambahan lagi, dengan menggunakan OOP, pembuatan program menjadi lebih mudah dan cepat begitu juga konsistensi program akan terjaga. Anda juga bisa membuat template web dengan menggunakan OOP dimana ada method yang bertugas untuk membuat tampilan, misalkan tampilan header, sidebar, footer dll.

Sumber:http://bimoweb.com/pemrograman-oop-pada-php-part-i.html

Read More..

OOP 2

MENGENAL
OBJECT-ORIENTED PROGRAMMING (OOP)
Dalam dunia pemrograman, ada istilah yang dikenal dengan Object-Oriented
Programming (disingkat OOP). Tipe pemrograman ini adalah berbasis object.
Maksudnya adalah penggunaan sudut pandang object sebagai sebuah komponen
dalam sebuah program yang dimodelkan dengan benda-benda dalam dunia nyata.
Contoh object yang ada di sekitar kita adalah hewan, mobil, televisi, sepeda,
dan masih banyak lainnya. Objek yang kita lihat tentunya memiliki hal atau
karakteristik yang melekat pada dirinya sendiri seperti ukuran, warna, tinggi, dan
bentuk yang disebut attribute. Selain itu, object yang kita kenal juga mempunyai
tingkah laku dan kemampuan untuk melakukan suatu tugas, berasal dari dalam dirinya
sendiri, yang disebut behavior atau method seperti mobil berjalan ke depan, hewan
tidur, televisi dinyalakan, dan lampu dimatikan. Pembuatan object dalam OOP ini
sangat erat hubungannya dengan pembuatan class. Lihat contoh berikut ini.
http://kpmbyogya.files.wordpress.com/2008/05/gawker_radio.jpg
Class: Radio
Object: Radioku
Attribute:
 Warna Kuning Jeruk
 Merek Arrowz
 Pemutar volume
 Tombol on/off
Method:
 Membesarkan volume
 Menyalakan radio
 Mematikan radio
Pengenalan Object-Oriented Programming 1
Dari contoh di atas, terdapat satu buah class Radio dengan object Radioku.
Object dalam class Radio bisa dibuat lebih dari satu. Kita bisa membuat object
Radioku, Radiomu, Radionya Budi, dan Radionya Ridho. Banyak object yang dapat
diciptakan dari satu kelas yang sama seperti halnya banyak radio yang dapat dibuat
dari satu gambar rancangan yang sama.
Bagaimana bentuk class, object, attribute, dan method dalam baris-baris
pemrograman berbasis object? Mari kita lihat melalui bahasa Java yang menerapkan
OOP.
// Radio.java
class Radio
{
String warna; //attribute dari class Radio
String merek; //attribute adalah data member atau variabel
int volume;
int off = 1;
//method dari kelas Radio
//method melakukan sebuah fungsi atau tugas dalam sebuah kelas
void nyalakanRadio()
{
System.out.println ("Radio menyala...");
off = 0; //tanda bahwa radio menyala
}
void matikanRadio()
{
off = 1; //tanda bahwa radio tidak menyala
System.out.println ("Radio tidak menyala...");
}
void besarkanVolume()
{
if (off == 1) //jika radionya mati
{
System.out.println ("Radio saat ini tidak menyala.");
System.out.println ("Tidak bisa besarkan volume.");
}
else
System.out.println ("Volume bertambah 1 level.");
}
void kecilkanVolume()
{
if (off == 1) //jika radionya mati
{
System.out.println ("Radio saat ini tidak menyala.");
System.out.println ("Tidak bisa kecilkan volume.");
}
else
System.out.println ("Volume berkurang 1 level.");
}
Pengenalan Object-Oriented Programming 2
void cetakAttribute()
{
System.out.println ("Warna radio: " + warna);
System.out.println ("Merek radio: " + merek);
}
} //akhir dari kelas Radio
Semua data member (variabel) dan method dibungkus dalam kelas-kelas atau
object-object. Class Radio memiliki data yang berfungsi sebagai attribute seperti
warna, merek, off, dan volume. Class Radio juga memiliki fungsi atau tugas yang
berfungsi sebagai method seperti nyalakanRadio, matikanRadio, besarkanVolume,
kecilkanVolume, dan cetakAttribute.
Selanjutnya, mari kita buat file RadioBeraksi.java yang menggunakan
attribute dan method dari file Radio.java.
//RadioBeraksi.java
public class RadioBeraksi
{
public static void main (String[] args)
{
//membuat object terlebih dahulu
Radio radioku = new Radio();
//memanggil attribute dan memberi input nilai
radioku.warna = "Hitam";
radioku.merek = "Arrowz";
//panggil method dari class Radio
radioku.cetakAttribute();
radioku.kecilkanVolume();
radioku.nyalakanRadio();
radioku.besarkanVolume();
radioku.matikanRadio();
}
}
Dari baris-baris pemrograman dengan bahasa java yang dilengkapi dengan
comment (komentar), kita dapat melihat bagaimana definisi class, object, data
(attribute), dan method. Dalam OOP, data member dan method diperlakukan sama
tidak seperti dalam pemrograman terstruktur.
Bagaimanapun, penggunaan sudut pandang object memberikan nuansa yang
berbeda dalam merancang sebuah program. Pembuatan program menggunakan sudut
pandang object ini ,diklaim oleh para pendukung OOP, menjadikan program lebih
mudah dimengerti, dimodifikasi, dirawat, dan dikembangkan sebagaimana kita
melihat object dan memodifikasinya dalam dunia nyata.
Pengenalan Object-Oriented Programming 3
Akhirul kalam, Happy Programming. ^^
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/OOP
Estimation Time: 15:00 PM January, 20 2009.
http://university.romisatriawahono.net/mod/resource/view.php?id=76
Estimation Time: December, 2008.
Deitel and Deitel. 2008. C++ How to Program Sixth Edition. Prentice Hall.
Pengenalan Object-Oriented Programming 4

Sumber :http://rauff.files.wordpress.com/2009/03/oop_-_mengenal_oop.pdf

Read More..

Object Oriented Programming

Konsep dasar dari Pemrograman Berorientasi Objek

Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:

* kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.

* Objek - membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.

* Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

* Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

* Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.

* Inheritas- Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada - objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)

* Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.

Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek

Read More..

Apa itu LILI NURSALEH?

Hai kawan namaku LILI NURSALEH........Umurku 19 tahun.Aku adalah mahasiswa PERGURUAN TINGGI RAHARJA...Tahukah kamu apa itu arti dari LILI NURSALEH...Guru SMA ku pernah mengartikan LILI NURSALEH...
LILI artinya Bunga....
NUR artinya Cahaya...
SALEH artinya...Pisang Sale......
Spontan waktu itu dia mengartikan LILI NURSALEH adalah bunga pisang alias jantung yang suka dibikin sayur lodeh...
eee do do eeee itu salah besar....LILI NURSALEH bukanlah bumga pisang....
LILI NURSALEH artinya lebih kepada cahaya yang memancarkan aura soleh....LILI NURSALEH diharapkan menjadi cahaya yang akan memberikan kebaikan pada keluarga dan semua orang...Begitu besar arti LILI NURSALEH.....
Menurut anda apa arti LILI NURSALEH??

Mengapa orang tuaku memberi nama LILI NURSALEH...??
Waktu itu ketika ibuku sedang mengandung pernah ada seorang penceramah agama bernama LILI GOZALI yang sedang memberikan ceramah agama disebuah acara hajatan...Mungkin itu yang menginspirasi nama LILI NURSALEH....
LILI NURSALEH diharapkan menjadi seorang tokoh agama seperti LILI GOZALI...Dan orang tuaku mengharapkan LILI NURSALEH manjadi kabanggaan semua orang...

Read More..

Koleksi Photo

Read More..

mp3 lee



Free Indo Flash Mp3 Player at musik-live.net

Read More..